Skip to main content

Posts

KITA NGGAK HARUS MONOKROM

Recent posts

Rumah Beraroma Kue

Hari Sabtu Menjelang senja di hari minggu saat itu aku melihat seorang wanita berumur sekitar lima puluh tahun duduk di ambang pintu rumahnya. Ia sedang bersantai menikmati cahaya mentari yang menggantung rendah di langit. Semburat cahaya yang syahdu menghampiri wajahnya yang kian menua. Aku menghampirinya, menyapa dan duduk di sampingnya. Aku mengenal wanita itu dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. Rumah mereka dihuni banyak orang, ya sekitar enam orang. Tapi rumah itu tidak ramai, selalu terlihat sepi bahkan ketika akhir pekan. Rumahnya selalu beraroma kue, aku suka. “Rasanya sepi sekali ya,” katanya. “Kemana mereka, Bu?” “Seperti biasa, waktunya bermain dan terkadang tidak pulang di akhir pekan. Rindu sekali saat mereka masih kecil. Saat masih berdua, abang dan adiknya selalu duduk di bangku teras itu setelah mandi di sore hari. Makan kue dan cerita bagaimana hari mereka selama seminggu.” Aku terus mendengarkan dan tidak tahu ingin berkata apa. Matanya be

BODOH : HAK, RESPON, STIGMA

              Dilihat dari tema pameran Hiatus yang diselenggarakan oleh UGM pada akhir 2019 lalu yakni “STIGMA : UNCOVERING PERSPECTIVE” muncul dari fenomena sosial tentang label apa saja yang pernah menempel pada diri perupa. Stigma adalah hal yang terjadi di satu waktu, tapi efeknya bisa berkepanjangan, bertahun-tahun. Stigma jelas menghambat seseorang untuk mengekspresikan dirinya. Stigma yang terkait dengan keberagamaan bisa bercerita tentang suku, ras, profesi, kepribadian. Namun sadarkah kita? Menghargai keberagamaan dari yang sederhana adalah menghargai keberagamaan pengetahuan yang kita punya. Pengetahuan antar orang yang satu tidak sama dengan yang lainnya. Dalam proses mendapatkan pengetahuan itu terjadi yang namanya bertanya dan menjawab.             Dalam hal ini yang saya angkat adalah stigma “bodoh” terjadi pada orang yang tidak tahu apa yang kita tahu. Bodoh merupakan kata yang biasa diucapkan untuk mereka yang lemah dalam intelektual dan lamban mengerti Ben

15 Hal Tentang Trip Ke Baduy Dalam

15 Hal Tentang Trip Ke Baduy Dalam             Hello, I’m back :)) kali ini gua mau share perjalanan back to nature bersama Peppito Travel untuk pelarian dari hiruk pikuk Jekardah yang &%$#*^@ luar biasa sekali, lo pasti tau lah hahaha. Untuk membuka sebuah jurnal perjalanan ini, gua hadirkan kalimat dari pidato kebudayaan tahun 2018 yang bisa menggambarkan more and more tentang alam dan budaya negara kita yang selalu mempesona.            “Alam adalah angan-angan terhadap yang nirmala, segala yang murni dan baik. Alam tidak saja bumi yang dipijak, tempat bernaung, tetapi juga ruang menyejarah bagi manusia. Alam menuangkan saripatinya menyangga kehidupan, tidak terkecuali, manusia juga tergantung terhadapnya. –Saras Dewi.         Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian 3 penyebab kebahagiaan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara 3 hal, salah satunya yakni Palemahan (Manusia dengan alam lingkungan).           Kalau agama kita bilang “Dan