Skip to main content

puisiku yang terinspirasi dari novel Fleur karya Fenny Wong

      Novel Fleur adalah salah satu novel favoritku, kalimat yang ada di dalamnya bisa membawamu pergi jauh mengarungi imajinasi yang tak akan pernah kita temui di dunia nyata. karena itu, aku membuat sebuah puisi khusus untuk novel karya Fenny wong ini.










 
Peri kecil Fermio
By : Ade putri Silviani
Dunia kecil Fermio
Sukar dijamah para peri
Disana …
Langit merah jambu indah
Dihiasi mentari yang menggantung rendah
Milik Dewa Helras
Semilir angin lembut bak helaian kain sutra para dewi
Merangkai melodi misterius
Hanya jiwa putih mampu mendengar
Kupu-kupu menari riang meramaikan lantai hutan nan gelap
Menemani bunga lonceng biru yang kesepian
Bersenda gurau bersama Fermio
Segala hal disana senang bercerita
Kisah-kisah dongeng Nenek Moyang mereka
Sebuah rahasia yang sulit dijelaskan
Warna taman bunga berubah setiap detik
Mengikuti ungkapan hati mereka
Sesosok peri kecil dari mahoni tua
Adalah tamu pertama Fermio
Ia… Belidis
Peri Bunga dari bumi
Tak ada yang istimewa
Namun hatinya seputih kapas
Ia bagai… pelangi yang ditakdirkan hadir di Singgasana Dewa Fermio

Comments

Popular posts from this blog

Puisi : Manik-Manik Mawinei

Manik-Manik Mawinei Oleh : De-gaharu Matahari menyapa pagi Borneo Menyipit memandangi rupa Rupa dakukah ? Oh, apakah Ia bidadari, Tuhan ? Ya, bidadari khatulistiwa jarnya Melodi meramban di Kou Dari lantunan lagu yang kau senandungkan Dan sampek yang kau petik Hening damai suara liar Borneo Akan semakin sayup ketika melangkah jauh Tapi akar semakin mencengkram langkahku Benci bukan saja mendarah daging Beranak pinak Bahkah akar hingga buah menujuru padaku Kulepaskan dengan berat Kedua bola mata itu masih membekas Meninggalkan untaian kata tak terukir di genggamanku Kusebut ini manik-manik Mawinei Merah, kuning, hijau, biru

Essay : PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Oleh : De-Gaharu

Bagaimana gambaran realitas anak bangsa di negeri kita ? Tentu saja tidak semua anak muda melakukan tindakan yang meyimpang dari standar moral, banyak juga yang mengukir prestasi. Namun, berbagai media informasi baik elektronik maupun cetak sering menyiarkan berita negatif anak bangsa kita. Apa yang terjadi dengan generasi-generasi bangsa ini ? seperti yang diungkapan oleh Kak Hendri dalam bukunya (Pendidikan Karakter Berbasis Dongeng, 2013:10) “Dimana peran dan pengaruh pendidikan sebagai jalan untuk menciptakan bangsa yang lebih bermartabat ? apa hal ini membuktikan bahwa pendidikan kita belum berhasil dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas, kreatif, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ?. Bukankah ketika di sekolah mereka sudah menerima pelajaran tentang moral, pengetahuan umum, dan pengembangan diri ? lantas mengapa tidak bisa mereka terapkan di lingkungan sehari-hari ?. Ini menjadi PR bagi para pendidik bahka…

15 Hal Tentang Trip Ke Baduy Dalam