Skip to main content

Resensi Buku Alam Yang Masih Liar


 
Judul Asli                   : Nature’s Wild
Oleh                            : James Marsh
Judul Terjemahan      : Alam Yang Masih Liar
Ahli Bahasa                : Anton Adiwiyoto
Editor                          : Dr. Lyndon Saputra
Penerbit                      : Quality Press, Jakarta-Indonesia
Jumlah Halaman        : 31 hlm

           





 Judul yang unik ditulis dalam huruf kapital dan tanda seru, dilengkapi gambar yang mendukung, serta gaya bahasa yang menarik membuat buku ini cocok untuk dibaca oleh anak-anak atau bahkah orang dewasa yang kurang tertarik dengan buku-buku sains yang hanya penuh tulisan.
Lebih tua dari Dinosaurus adalah sub judul pembuka pada buku ini, membahas tentang dunia tumbuhan berumur jutaan tahun, tetapi masih punya kerabat yang tumbuh dengan kuat hari ini, yaitu pohon sikad dan pakis. Pohon ginkgo atau rambut perawan juga fosil yang tumbuh di Cina mula-mula muncul 180 juta tahun lalu.
Praktek Tumbuhan berduri :
·         Pohon tusam raksasa yang buahnya berduri adalah salah satu pohon tertua di planet ini.
·         Tumbuhan welwitschia di Afrika memiliki panjang daun sampai 18 m.
·         Kaktus saguaro yang besar bisa menghisap satu ton air selama satu hujan badai.

Kenyamanan yang dingin :
·         Bunga popi Arktika bisa melalui musim dingin dengan menyerap sinar matahari musim panas.

MASALAH GANDA !
Tumbuhan di Gunung Kenya di Afrika mengalami masalah 2x lipat, siang hari seperti gurun, dan waktu malam suhu udara anjlok.
KEADAAN DARURAT !
Tumbuhan yang tidak ternilai harganya terancam bahaya, dan hampir semua karena kegiatan manusia.
·          Beberapa  bunga tumbuhan seperti kebakaran semak, tetapi tidak segala-galanya terjadi dengan cepat di dunia tumbuhan. Seperti halnya dengan beberapa lumut yang tumbuh di batu hanya 300 mil dari Kutub Selatan memerlukan 60 tahun untuk tumbuh 1cm!.
·         Akar paling dalam yang pernah ditemukan adalah akar pohon ara di Afrika Selatan. Akar ini masuk 120m ke kedalaman bumi.
·         Kantung semar yang terbesar , yang dalamnya sampai 30cm, berisi dua liter cairan. Tumbuhan ini bisa menjebak banyak lalat dan bahkan tikus.
·         Pohon Copaiba langsdorfii dari Amerika Tengah memproduksi cairan yang begitu mirip minyak solar sehingga bisa langsung dituangkan ke tangki mobil diesel.
·         Fungi terbentuk dari chitin, bahan yang sama seperti kerangka serangga, serta tanduk dan cakar mamalia.
·         Anggrek epifit yang hidup di atap hutan hujan menghasilkan biji yang paling kecil. Biji ini begitu kecil, sehingga sebanyak 992,25 juta beratnya hanya satu gram.
·         KEAJAIBAN AIR ! : Kelp raksasa Pasifik tumbuh sampai dengan laju kecepatan 45 cm sehari. Hebat sekali !
·         Kelapa yang terapung-apung di laut bisa mencapai jarak jauh dari pohon induknya sebelum sampai ke daratan dan bertunas mudah-mudahan tidak malu-malu setelah sampai ke sana.
Judul halaman yang paling menarik dari buku ini adalah Si Peniru, yang membahas tentang penyamaran hewan menyerupai tanaman, dan tanaman yang menyerupai hewan.
            Kekurangan buku ini yaitu halaman terlalu sedikit untuk tipe buku yang dominan gambar sehingga informasi kurang mendetail, ada kalimat yang kurang jelas maksudnya seperti “Tetapi awas, tumbuhan begitu mempesona sehingga cenderung akan tumbuh pada diri kamu !” .

Comments

Popular posts from this blog

Puisi : Manik-Manik Mawinei

Manik-Manik Mawinei Oleh : De-gaharu Matahari menyapa pagi Borneo Menyipit memandangi rupa Rupa dakukah ? Oh, apakah Ia bidadari, Tuhan ? Ya, bidadari khatulistiwa jarnya Melodi meramban di Kou Dari lantunan lagu yang kau senandungkan Dan sampek yang kau petik Hening damai suara liar Borneo Akan semakin sayup ketika melangkah jauh Tapi akar semakin mencengkram langkahku Benci bukan saja mendarah daging Beranak pinak Bahkah akar hingga buah menujuru padaku Kulepaskan dengan berat Kedua bola mata itu masih membekas Meninggalkan untaian kata tak terukir di genggamanku Kusebut ini manik-manik Mawinei Merah, kuning, hijau, biru

SANGGAR SUDAH PEKA BUMIKU MENANGIS, KITA ?

Essay : PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Oleh : De-Gaharu

Bagaimana gambaran realitas anak bangsa di negeri kita ? Tentu saja tidak semua anak muda melakukan tindakan yang meyimpang dari standar moral, banyak juga yang mengukir prestasi. Namun, berbagai media informasi baik elektronik maupun cetak sering menyiarkan berita negatif anak bangsa kita. Apa yang terjadi dengan generasi-generasi bangsa ini ? seperti yang diungkapan oleh Kak Hendri dalam bukunya (Pendidikan Karakter Berbasis Dongeng, 2013:10) “Dimana peran dan pengaruh pendidikan sebagai jalan untuk menciptakan bangsa yang lebih bermartabat ? apa hal ini membuktikan bahwa pendidikan kita belum berhasil dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas, kreatif, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ?. Bukankah ketika di sekolah mereka sudah menerima pelajaran tentang moral, pengetahuan umum, dan pengembangan diri ? lantas mengapa tidak bisa mereka terapkan di lingkungan sehari-hari ?. Ini menjadi PR bagi para pendidik bahka…