Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2014

DERAI DERAI CEMARA karya Chairil Anwar

DERAI DERAI CEMARA  cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah

MALAM DI PEGUNUNGAN karya Chairil Anwar

                                   MALAM DI PEGUNUNGAN Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin, Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

Black Rose For u

Black Rose by : Ade Putri .s.        Apa kau tak pernah menerima bunga ini ? ya, maka inilah kado untukmu dari peri kecil di hutan pelangi. Peri yang berwarna-warni seperti lentera di dalam bunga lonceng biru kini berubah menjadi vampire-vampire mungil. Itu bukan salah mereka, tapi salah kau yang mengubah mereka, kau menghancurkan mereka, kau membuat hidup mereka dalam kegelapan. Apakah kau masih tak percaya ? tanyakan pada hatimu yang telah rusak parah, bahkan mati. Tapi sayang, hatimu telah beku dengan darah-darah kebencian, keserakahan, keterpurukan, hingga Ia tidak mengerti kebenaran. Kau telah menghancurkan yang disebut "Hati", baik itu hatimu, maupun hati mereka. Semua akan berpikir, apa kau pantas disebut "Manusia ?". Dan ingatlah Cahaya tak pernah padam, sekalipun kau berusaha melenyapkannya.

My poetry : NASIB SEBUAH CERITA

NASIB SEBUAH CERITA Cerita pasir berakhir di gulung ombak Cerita daun habis oleh embun Cerita tanah habis oleh hujan Cerita buku habis oleh  usia Cerita manusia habis oleh lembaran hari Namun cerita hati masih ada Masih sama Dan apakah akan terus sama ? Entahlah...mungkin seperti Salju yang mencair damai Namun kedinginan kecil tertinggal Ataukah seperti Buku yang terbakar ke dalam jurang Mata memandang tanpa sisa abu Rekaan yang sukar Tapi dari sekian banyak cerita  Hanya satu berlanjut....