Skip to main content

Black Rose For u

Black Rose
by : Ade Putri .s.


       Apa kau tak pernah menerima bunga ini ? ya, maka inilah kado untukmu dari peri kecil di hutan pelangi. Peri yang berwarna-warni seperti lentera di dalam bunga lonceng biru kini berubah menjadi vampire-vampire mungil. Itu bukan salah mereka, tapi salah kau yang mengubah mereka, kau menghancurkan mereka, kau membuat hidup mereka dalam kegelapan. Apakah kau masih tak percaya ? tanyakan pada hatimu yang telah rusak parah, bahkan mati. Tapi sayang, hatimu telah beku dengan darah-darah kebencian, keserakahan, keterpurukan, hingga Ia tidak mengerti kebenaran. Kau telah menghancurkan yang disebut "Hati", baik itu hatimu, maupun hati mereka. Semua akan berpikir, apa kau pantas disebut "Manusia ?". Dan ingatlah Cahaya tak pernah padam, sekalipun kau berusaha melenyapkannya.


Comments

Popular posts from this blog

Puisi : Manik-Manik Mawinei

Manik-Manik Mawinei Oleh : De-gaharu Matahari menyapa pagi Borneo Menyipit memandangi rupa Rupa dakukah ? Oh, apakah Ia bidadari, Tuhan ? Ya, bidadari khatulistiwa jarnya Melodi meramban di Kou Dari lantunan lagu yang kau senandungkan Dan sampek yang kau petik Hening damai suara liar Borneo Akan semakin sayup ketika melangkah jauh Tapi akar semakin mencengkram langkahku Benci bukan saja mendarah daging Beranak pinak Bahkah akar hingga buah menujuru padaku Kulepaskan dengan berat Kedua bola mata itu masih membekas Meninggalkan untaian kata tak terukir di genggamanku Kusebut ini manik-manik Mawinei Merah, kuning, hijau, biru

SANGGAR SUDAH PEKA BUMIKU MENANGIS, KITA ?

Essay : PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Oleh : De-Gaharu

Bagaimana gambaran realitas anak bangsa di negeri kita ? Tentu saja tidak semua anak muda melakukan tindakan yang meyimpang dari standar moral, banyak juga yang mengukir prestasi. Namun, berbagai media informasi baik elektronik maupun cetak sering menyiarkan berita negatif anak bangsa kita. Apa yang terjadi dengan generasi-generasi bangsa ini ? seperti yang diungkapan oleh Kak Hendri dalam bukunya (Pendidikan Karakter Berbasis Dongeng, 2013:10) “Dimana peran dan pengaruh pendidikan sebagai jalan untuk menciptakan bangsa yang lebih bermartabat ? apa hal ini membuktikan bahwa pendidikan kita belum berhasil dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas, kreatif, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ?. Bukankah ketika di sekolah mereka sudah menerima pelajaran tentang moral, pengetahuan umum, dan pengembangan diri ? lantas mengapa tidak bisa mereka terapkan di lingkungan sehari-hari ?. Ini menjadi PR bagi para pendidik bahka…