Skip to main content

Apa yang orang lain pikirkan tentangmu ?





                  Seperti semut diantara ribuan manusia, tak terlihat, terinjak, mati, cerita berakhir...
Oh, No, itu terlalu cepat seperti komik, life journey pasti seperti novel. Jika banyak orang yang memandangmu sebelah mata, kau hanya perlu tertawa. Lucu bukan ? Tuhan menciptakan kita dengan sepasang bola mata, tapi mengapa masih banyak orang yang memandang dengan sebelah mata (?).Tapi kau harus berhati-hati dengan yang namanya "hati", mengapa ? terkadang Ia yang-dulu-menyebut-dirinya-semut setelah menjadi manusia yang hebat, bisa jadi berhati sombong. Ugh, bodoh sekali ! padahal kado kematian mungkin saja segera datang menghampiri. Setelah Ia kembali menjadi semut yang kecil lagi, tak berdaya. Kali ini berkata "The mirror is a best friend, because when I cry, it never laughs." Apa makhluk bernama manusia di muka bumi ini selalu mengulangi siklus kehidupan seperti itu ? entahlah. Tapi yang pasti pikiran kita yang sekarang belum tentu sama di masa depan nanti, berhati-hatilah kawan. 

Comments

Popular posts from this blog

SANGGAR SUDAH PEKA BUMIKU MENANGIS, KITA ?

Puisi : Manik-Manik Mawinei

Manik-Manik Mawinei Oleh : De-gaharu Matahari menyapa pagi Borneo Menyipit memandangi rupa Rupa dakukah ? Oh, apakah Ia bidadari, Tuhan ? Ya, bidadari khatulistiwa jarnya Melodi meramban di Kou Dari lantunan lagu yang kau senandungkan Dan sampek yang kau petik Hening damai suara liar Borneo Akan semakin sayup ketika melangkah jauh Tapi akar semakin mencengkram langkahku Benci bukan saja mendarah daging Beranak pinak Bahkah akar hingga buah menujuru padaku Kulepaskan dengan berat Kedua bola mata itu masih membekas Meninggalkan untaian kata tak terukir di genggamanku Kusebut ini manik-manik Mawinei Merah, kuning, hijau, biru

Essay : PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

PENTINGNYA SENI DALAM PSIKOLOGI BELAJAR

Oleh : De-Gaharu

Bagaimana gambaran realitas anak bangsa di negeri kita ? Tentu saja tidak semua anak muda melakukan tindakan yang meyimpang dari standar moral, banyak juga yang mengukir prestasi. Namun, berbagai media informasi baik elektronik maupun cetak sering menyiarkan berita negatif anak bangsa kita. Apa yang terjadi dengan generasi-generasi bangsa ini ? seperti yang diungkapan oleh Kak Hendri dalam bukunya (Pendidikan Karakter Berbasis Dongeng, 2013:10) “Dimana peran dan pengaruh pendidikan sebagai jalan untuk menciptakan bangsa yang lebih bermartabat ? apa hal ini membuktikan bahwa pendidikan kita belum berhasil dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas, kreatif, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ?. Bukankah ketika di sekolah mereka sudah menerima pelajaran tentang moral, pengetahuan umum, dan pengembangan diri ? lantas mengapa tidak bisa mereka terapkan di lingkungan sehari-hari ?. Ini menjadi PR bagi para pendidik bahka…