Sebuket Bunga yang Tragis



                Apakah kalian kaum hawa menyukai bunga ? ya hampir sebagian wanita menyukai bunga, aku tak tahu jika ada yang tidak suka. Bunga melambangkan keindahan, namun terkadang dibalik itu semua tersimpan rapi sebuah cerita. Sebuah cerita yang dari seorang wanita. Apa yang kalian, atau kamu yang sedang mendengarkanku berbicara saat ini, dia atau bahkan diriku sendiri rasakan ketika mendapatkan sebuket bunga ? senang, mengaharukan. Sebuket bunga dari seorang kekasih –makhluk-bernama-manusia- . Hingga kalian, kamu, atau dia lupa segalanya, dan membenarkan kebahagiaan hanya datang darinya, makhluk manusia itu ?.
                Siapakah yang bisa menjanjikan cinta akan terus tersambung seperti benang merah itu ? tidak dari kaum kita, manusia. Bagaimana jika sebuah ketulusan dibalas dengan lawan kata ? apa yang kalian, kamu, dia rasakan ? sebuah pengkhianatan ?. Itu hanyalah sebuket bunga yang mudah layu, sama layunya seperti apa yang dirasakan makhluk manusia itu, bagaimana dengan cinta dari Tuhan ? tak akan pernah layu, Tuhan selalu sayang umat-Nya. Apa yang terjadi kepada kalian, kamu, dia adalah takdir Tuhan yang paling baik. Tuhan sengaja mengirimkan orang-orang mengerikan untuk menguji kita, kepada siapa seharusnya pemilik rasa sayang yang besar itu.
                Setelah semua pengkhianatan tersebut, dia, sosok yang kuceritakan diatas, Tuhan telah menanti hari terakhirnya di dunia. Ia terbaring dengan tubuh tak berdaya, dengan dress berwarna cerah, namun tidak secerah hatinya lagi, sebuket bunga yang segar bertemu dengan warna merah yang sesungguhnya, darah wanita itu. Suara orang-orang yang berteriak di jalan itu kini lenyap bersama angin. Tinggallah kenangan-kenangan dunia bersama sebuket bunga tadi.
               




Comments